KOTA TASIKMALAYA — Banyak penyakit datang tanpa diundang dan tidak selalu menunjukkan tanda-tanda yang mudah dikenali. Karena itu, menunggu tubuh benar-benar sakit sebelum memeriksakan diri bukan lagi pilihan terbaik. Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya mengajak masyarakat mengubah kebiasaan tersebut: lebih peduli, lebih waspada, dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan.
Ajakan itu diwujudkan melalui berbagai program pelayanan dan edukasi kesehatan yang menyasar masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Cibeureum. Mulai dari Integrasi Layanan Primer (ILP), Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga program penanggulangan Tuberkulosis (TB) yang merupakan bagian dari program kesehatan nasional.
Kepala Puskesmas Cibeureum, drg. Titin Hajari, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan. Senin 14 September 2026.

“Harapannya agar tercipta kesadaran kepada masyarakat karena pemeriksaan dini kesehatan itu lebih penting,” ujar drg. Titin.

SERABISOSIS: Bergerak Bersama Menuju Bebas Tuberkulosis
Salah satu program yang terus didorong Puskesmas Cibeureum adalah SERABISOSIS atau Serentak Bersama Kita Songsong Bebas Tuberkulosis.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap Tuberkulosis sekaligus mendorong warga agar tidak takut dan tidak ragu melakukan pemeriksaan.
Upaya tersebut tidak dilakukan Puskesmas seorang diri. Puskesmas Cibeureum menggandeng berbagai unsur lintas sektor, termasuk organisasi masyarakat dan kader Posyandu.
Mereka menjadi bagian penting dalam memberikan informasi serta mengajak masyarakat untuk lebih sadar terhadap kondisi kesehatan masing-masing.
Pendekatan berbasis masyarakat ini diharapkan dapat membuat pesan kesehatan semakin dekat dengan warga, terutama mereka yang selama ini belum terbiasa melakukan pemeriksaan secara rutin.
Bukan Hanya Menunggu Warga Datang
Pelayanan kesehatan Puskesmas Cibeureum tidak berhenti di balik pintu gedung Puskesmas.
Petugas juga turun langsung ke tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan di luar gedung. Penyuluhan kesehatan, promosi kesehatan, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta penyuluhan mengenai penyakit menular dan tidak menular menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Dengan pola pelayanan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses pemeriksaan, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan dan mengenali risiko penyakit.
Kegiatan di luar gedung dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Cibeureum yang mencakup lima kelurahan.
Informasi kegiatan disampaikan melalui kelurahan dan kader sehingga masyarakat dapat mengetahui jadwal maupun lokasi kegiatan yang berada di wilayahnya.
60 Warga Sedang Menjalani Pengobatan TB
Perhatian terhadap Tuberkulosis bukan tanpa alasan.
Puskesmas Cibeureum mencatat sekitar 60 orang di wilayah kerjanya saat ini sedang menjalani pengobatan Tuberkulosis.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya penemuan dan pemeriksaan kasus perlu terus dilakukan. Semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri, semakin besar pula peluang masalah kesehatan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
Untuk mendukung pemeriksaan Tuberkulosis, masyarakat yang membawa minimal 10 orang untuk diperiksa TB mendapatkan pengganti transportasi.
Program ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam mengajak keluarga, tetangga, maupun lingkungan sekitarnya agar lebih peduli terhadap kesehatan.
Layanan Program Puskesmas, Gratis bagi Masyarakat
Kabar baiknya, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya untuk layanan yang termasuk dalam program Puskesmas.
“Selagi itu program Puskesmas maka untuk masyarakat diberikan layanan gratis,” jelas drg. Titin.
Pelayanan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni di dalam gedung berupa pemeriksaan langsung dan di luar gedung berupa kegiatan penyuluhan, promosi kesehatan, serta edukasi kepada masyarakat.
Untuk masyarakat yang merupakan warga wilayah kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya, persyaratan identitas yang dibawa adalah KTP. Sedangkan masyarakat umum WNI dapat membawa KIS, sesuai ketentuan pelayanan yang berlaku.
Kader dan Kelurahan Jadi Jembatan Informasi
Agar program tidak berhenti sebatas informasi di Puskesmas, keterlibatan kader dan kelurahan terus diperkuat.
Melalui jejaring tersebut, masyarakat memperoleh informasi mengenai kegiatan kesehatan yang dilaksanakan di wilayahnya. Kader juga memiliki peran penting untuk mengajak dan mengarahkan warga agar memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Bagi Puskesmas Cibeureum, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran kesehatan secara bersama-sama.
Sebab, menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh unsur yang ada di lingkungan.
Pesan Kapus: Jangan Menunggu Tubuh Memberi Sinyal
Di tengah kesibukan masyarakat, pemeriksaan kesehatan terkadang baru dilakukan ketika keluhan sudah terasa. Padahal, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan lebih awal merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan.
Karena itu, drg. Titin Hajari mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sampai sakit terlebih dahulu.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan berbagai program dan pelayanan yang tersedia di Puskesmas Cibeureum, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.
Pemeriksaan dini bukan sekadar datang ke fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, pemeriksaan dini adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri—sebuah langkah sederhana untuk mengetahui kondisi kesehatan sebelum terlambat.
Puskesmas Cibeureum pun terus berkomitmen mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui layanan di dalam maupun luar gedung, memperkuat edukasi kesehatan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menuju masyarakat yang lebih sehat dan bebas Tuberkulosis.
Penulis : Ajang Moh Miptahul Palah.
