PUSKESMAS KAWALU HADIRKAN INOVASI HUMANIS, DARI ODGJ PULIH PRODUKTIF HINGGA STUNTING TURUN DRASTIS

 


KOTA TASIKMALAYA -analisarakyatnews.com. - Di bawah kepemimpinan Kepala Puskesmas dr. Budi Nugraha.,MM.Kes, UPTD Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal mengobati, tapi juga soal inovasi, kolaborasi dan kepedulian. Sabtu 26 September 2026.



Berbagai program unggulan dan inovatif terus digencarkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
‎
‎1. KOLAK CAMPUR PISANG ENAK: Solusi untuk ODGJ Pulih Mandiri
‎Program unggulan pertama adalah KOLAK CAMPUR PISANG ENAK (Kolaborasi antar tenaga kesehatan, Camat, Polisi dan Aparatur dalam terapi kefarmasian pasien gangguan jiwa).
‎
‎Program yang lahir tahun 2022 ini berangkat dari keprihatinan. Pada 2022 tercatat 70 orang ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Kawalu yang tidak patuh minum obat.
‎
‎"Program ini untuk meningkatkan terapi taat dan kepatuhan minum obat pada pasien ODGJ agar pulih mandiri dan produktif. Ini bukan untuk ODGJ di jalanan, tapi pasien yang tercatat resmi di Puskesmas melalui screening kader di Posyandu, sekolah, UKBM," jelas apt. Listya Permatasari.,S.Farm.,M.Clin.Pharm. selaku Apoteker bersama tim keperawatan.
‎
‎Tahun 2026 ini, jumlah pasien ODGJ tercatat naik menjadi 110 orang. Untuk itu, inovasinya ditingkatkan.
‎
‎Dari sisi kefarmasian, dibuatkan alat bantu berupa kalender pengobatan, kartu mandiri minum obat, dan kotak harian obat Unit Daily Dose (UDD) dengan pendampingan langsung apoteker kepada keluarga pasien.
‎
‎Dari sisi keperawatan, hadir inovasi PUMANTIF (Pulih Mandiri dan Produktif) agar pasien Odgj yang sudah bisa komunikasi dua arah bisa dilatih disiplin minum obat hingga kembali produktif.
‎
‎2. Edukasi Gizi Interaktif: Stunting Turun dari 22,12% ke 14,17%
‎Inovasi kedua datang dari Nutrisionis Feni Yulita, AMG. Berkat Inovasi Edukasi Gizi Interaktif sebagai katalis perubahan perilaku.
‎
‎Awalnya tahun 2024, angka stunting di Puskesmas Kawalu mencapai 22,12% dari 2100 balita sasaran. Melalui kolaborasi lintas program, lintas sektor bersama CSR dan akademisi lewat program KANCING LOGAM JAS HITAM MANIS, angka itu turun menjadi 19,71% di 2025.
‎
‎Dan di Juni 2026, berkat edukasi yang lebih menarik dan partisipatif, angka stunting kembali anjlok menurun menjadi 14,17%.
‎
‎3. OBATKU: Apoteker Bukan Sekadar Penjual Obat
‎Masih dari Apoteker Listya, ada program OBATKU (Optimalisasi Barkode untuk Akses Terkendali Edukasi Obat). Ini adalah transformasi pelayanan kefarmasian yang humanis, inovatif dan berkelanjutan. Masyarakat cukup scan barcode untuk dapat edukasi obat yang aman, sehingga apoteker menjadi pendamping pasien dan penggerak budaya keselamatan pasien.
‎
‎4. MASTERPERAKTOSTB & Tracking TB Terintegrasi CKG
‎Untuk menekan TB, pemegang program TB Nia Kurniawati.,S.Kep. dan Elis Setiyati.,S.Kep., Ners menggagas MASTERPERAKTOSTB (Menjemput Masyarakat Terlibat Pencarian Dahak). Mulai dari screening hingga tes dahak melalui mesin TCM langsung dijemput ke masyarakat.
‎
‎Program Terbaru, setelah arahan Kunker Wamenkes RI kemarin pada tanggal 22 September 2026 ke Kota Tasikmalaya, Puskesmas Kawalu meluncurkan program Tracking TB Terintegrasi CKG. dan Kelurahan Siaga TB.
‎
‎Pelayanan Gratis dan Mudah
‎Kepala Puskesmas dr. Budi Nugraha menegaskan semua program Puskesmas GRATIS untuk masyarakat, termasuk screening di luar gedung. Kecuali untuk pasien umum yang butuh tindakan medis, ada ketentuan biaya sesuai Perda Kota Tasikmalaya.
‎
‎Pelayanan dilaksanakan di dalam gedung sesuai SOP dan di luar gedung seperti di Posyandu, sekolah, dan atas permintaan masyarakat. Informasinya disebar melalui kader, Lokmin Lintas Sektor bersama Kelurahan dan Muspika.
‎
‎Syaratnya mudah, cukup bawa KTP (warga Kawalu) dan KIS untuk WNI.
‎‎"Harapan kami, masyarakat wilayah Puskesmas Kawalu sadar terhadap perilaku hidup sehat, sehingga bisa meningkatkan derajat kesehatan bersama," pungkas dr. Budi Nugraha.,MM.Kes.
‎
‎Penulis : Ajang Moh Miptahul Palah.
Lebih baru Lebih lama