DUGAAN “TUKAR HASRAT DENGAN PEKERJAAN” DI DAPUR MBG RADENA FOOD BERKAH, PEGAWAI SPPI DILAPORKAN KE POLISI

 


Kab.TASIKMALAYA — analisarakyatnews.com. Dugaan praktik tidak pantas mencuat dari lingkungan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Radena Food Berkah, Jalan Raya Cibalanarik No 26, Cimawate Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Dimana Seorang pegawai SPPI berinisial Y.F dilaporkan ke polisi setelah diduga membujuk seorang relawan dapur MBG berinisial A.T untuk memenuhi ajakan hubungan intim dengan iming-iming uang dan ancaman kehilangan pekerjaan. Selasa 11 Agustus 2026.

‎


‎Informasi yang dihimpun menyebutkan, Y.F diduga menawarkan sejumlah uang kepada A.T dengan kalimat yang pada intinya menyatakan bahwa berapa pun gaji atau uang yang diminta akan diberikan, asalkan A.T bersedia melayani keinginan pribadi Y.F.

‎

‎Namun persoalan diduga tidak berhenti pada rayuan. A.T disebut mendapatkan tekanan berupa ancaman akan dikeluarkan dari pekerjaannya sebagai relawan apabila menolak permintaan tersebut.


‎Jika dugaan ini benar, muncul pertanyaan serius: apakah posisi dalam lingkungan kerja digunakan untuk menekan seorang pekerja agar memenuhi kepentingan pribadi?

‎

‎Peristiwa tersebut disebut bermula ketika A.T sedang menjalankan tugasnya di bagian pengolahan Dapur MBG Radena Food Berkah.

‎

‎Pada malam hari, A.T diduga dipanggil oleh Y.F. Awalnya pembicaraan disebut berkaitan dengan pekerjaan. Namun, menurut informasi yang diterima, pembicaraan kemudian bergeser ke persoalan pribadi hingga dugaan ajakan untuk melakukan hubungan intim.


‎A.T yang merasa keberatan kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada suaminya. Sang suami yang mengetahui persoalan itu disebut tidak menerima dugaan perlakuan yang dialami istrinya. Persoalan tersebut akhirnya dibawa ke jalur hukum dengan dilaporkannya perkara itu kepada Polres Tasikmalaya.


‎Dugaan kasus ini patut mendapat perhatian serius apabila benar terdapat unsur iming-iming uang dan ancaman terhadap pekerjaan.

‎

‎Sebab, persoalannya bukan lagi sekadar apakah seseorang mengajak orang lain menjalin hubungan pribadi.

‎

‎Ada dugaan ketimpangan posisi yang perlu diperiksa: seorang pihak yang berada dalam lingkungan pengelolaan pekerjaan diduga menawarkan keuntungan finansial sekaligus mengaitkannya dengan keberlangsungan pekerjaan seorang relawan.

‎

‎Pertanyaan publik pun menjadi semakin tajam

‎

‎"Apakah seorang relawan harus mempertaruhkan pekerjaannya hanya karena menolak keinginan pribadi seseorang yang berada di lingkungan kerjanya"?


‎Jika memang pernah terjadi ancaman pengeluaran dari pekerjaan, siapa yang memiliki kewenangan untuk memberhentikan A.T? Apakah Y.F benar memiliki kewenangan tersebut, atau ancaman itu hanya digunakan sebagai alat tekanan?

‎

‎

‎Kasus ini juga menjadi ujian bagi tata kelola Dapur MBG Radena Food Berkah. Program MBG bukan sekadar persoalan makanan dan pemenuhan gizi. Di dalamnya terdapat pekerja, relawan, pengelola, serta berbagai pihak yang harus bekerja dalam lingkungan yang aman dan profesional.


‎Karena itu, dugaan adanya tekanan bernuansa seksual terhadap seorang relawan tidak semestinya dianggap sebagai persoalan pribadi semata.

‎

‎Pihak pengelola perlu menjelaskan secara terbuka

‎

‎Apakah benar Y.F merupakan pegawai SPPI yang bertugas di Dapur MBG Radena Food Berkah?

‎

‎Apakah Y.F memiliki kewenangan terhadap status pekerjaan A.T?

‎

‎Bagaimana mekanisme pengawasan terhadap perilaku pegawai dan relawan di lingkungan dapur MBG?

‎

‎Apakah sebelumnya pernah ada pengaduan serupa?

‎

‎Dan yang paling penting, apakah pihak pengelola akan memberikan perlindungan kepada A.T selama proses hukum berlangsung?

‎

‎Laporan kepada Polres Tasikmalaya kini menjadi pintu masuk untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Dan dari Pihak Kepolisian Polres Tasikmalaya sudah menurunkan bagian Unit identifikasi ke lokasi dapur MBG Radena Food Berkah untuk memastikan data serta barang bukti.

‎



Aparat penegak hukum perlu memeriksa keterangan A.T, Y.F, suami A.T, serta pihak-pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut.

‎

‎Bukti komunikasi elektronik, percakapan, rekaman, saksi, maupun bukti lain yang berkaitan dengan dugaan iming-iming uang dan ancaman pekerjaan juga penting ditelusuri apabila memang tersedia.

‎

‎Sebab apabila benar terdapat tekanan atau ancaman yang dikaitkan dengan pekerjaan, publik berhak mengetahui sejauh mana dugaan tersebut memenuhi unsur pelanggaran hukum.

‎

‎Namun demikian, proses hukum tetap harus berjalan secara objektif dan profesional. Y.F juga berhak memberikan klarifikasi dan pembelaan atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.


Ketika Awak Media mencoba konfirmasi ke Mitra Dapur MBG Radena Food sebagai Pemilik berinisial R.D via WA pribadinya tidak ada jawaban. Rabu 12 Agustus 2026.


Dapur MBG seharusnya menjadi tempat kerja yang profesional, bukan ruang yang membuat relawan berada dalam posisi tertekan karena harus memilih antara mempertahankan pekerjaan atau memenuhi keinginan pribadi seseorang.

‎

‎Kini pertanyaannya sederhana tetapi serius:

‎

‎Benarkah ada dugaan “tukar hasrat dengan pekerjaan” di lingkungan Dapur MBG Radena Food Berkah?

‎

‎Jawabannya tidak boleh dibangun dari rumor.

‎

‎Polisi harus mengungkapnya berdasarkan bukti. Pengelola MBG harus memberikan penjelasan. Dan pihak yang dituduh juga harus diberi ruang untuk menyampaikan bantahan maupun klarifikasi.

‎

‎Publik menunggu, apakah kasus ini akan dibuka seterang-terangnya atau justru berhenti sebagai cerita di balik pintu dapur MBG.

‎

‎

‎Penulis : Ajang Moh Miptahul Palah.

‎

‎

Lebih baru Lebih lama