*Klarifikasi SMK BPN Soal Biaya PKL, Bukan Untuk Cinderamata dan Kadeudeuh*.


 Kota Tasikmalaya. Terkait pemberitaan dugaan pungli berkedok biaya PKL, pihak SMK Bina Putra Nusantara (BPN? memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

‎
‎Kepala SMK (Ibu Sri) menjelaskan, kesimpangsiuran informasi tersebut bermula dari keterangan Wakasek Kesiswaan (Pa Dedi Urur) yang belum mengetahui alur dan peruntukan biaya PKL secara jelas.
‎
‎"Informasi soal cinderamata dan kadeudeuh itu disampaikan oleh Wakasek Kesiswaan kami, yang memang tidak mengikuti secara detail proses perencanaan PKL. Jadi beliau tidak mengetahui alur jelasnya," jelas Sri, Kamis (25/9/2026).
‎
‎Ia menegaskan, biaya yang disepakati bersama orang tua bukan untuk pos tersebut.
‎
‎"Yang benar, biaya PKL tersebut murni untuk transport, akomodasi saat penjajakan ke Tempat Praktek Lapangan yang dituju  dan pembekalan siswa. Pos-pos ini tidak ter-cover oleh dana BOSP secara Kelseluruhan," tegasnya.
‎
‎Menurutnya, BOSP hanya meng-cover monitoring dan administrasi, sementara kebutuhan riil di lapangan seperti mobilisasi siswa, konsumsi selama pembekalan, dan pemateri dari industri harus ditopang secara swadaya.
‎
‎Pihak sekolah juga memastikan transparansi anggaran:
‎
‎1. RAB PKL Jelas: Seluruh rincian biaya tertuang dalam RAB resmi sekolah dan dapat diakses oleh orang tua.
‎
‎2. Hasil Musyawarah Mufakat: Besaran iuran merupakan hasil musyawarah mufakat bersama orang tua / wali murid dan Komite Sekolah, yang dituangkan dalam berita acara resmi.
‎
‎"Kami sangat terbuka. Jika ada awak media atau orang tua yang ingin melihat RAB PKL, silakan datang ke sekolah. Semua jelas peruntukannya untuk kepentingan siswa," tutupnya.
‎
‎Ketua Komite Sekolah SMK Bina Putra Mandiri, turut membenarkan bahwa iuran tersebut telah disepakati bersama demi kelancaran pelaksanaan PKL.
‎
‎(Tim Red)
Lebih baru Lebih lama