KOTA TASIKMALAYA analisarakyatnews.com. — Tidak semua masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat datang langsung ke Puskesmas. Kondisi kesehatan, keterbatasan mobilitas, maupun berbagai kendala lainnya terkadang membuat pasien kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya menghadirkan KUNCIPAS BARU, sebuah program pelayanan dengan pendekatan jemput bola yang memungkinkan petugas Puskesmas mendatangi pasien secara langsung ke rumah.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Puskesmas Cigeureung untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang memang tidak memungkinkan datang ke Puskesmas karena kondisi kesehatannya.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Cigeureung, Unu Nurhayatsyah, S.IP., mengatakan pelaksanaan KUNCIPAS BARU berawal dari informasi yang diterima Puskesmas, baik dari kader, RT, RW, maupun masyarakat.
“Ketika ada informasi dari kader, RT, RW maupun masyarakat bahwa ada pasien yang tidak bisa datang ke Puskesmas, maka pihak Puskesmas yang datang ke rumah pasien,” jelas Unu. Senin 21 September 2026.
Menurutnya, pelayanan tersebut tidak memandang status kepesertaan BPJS. Selama pasien berada di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung dan memenuhi kondisi yang membutuhkan kunjungan, petugas dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai kewenangan Puskesmas.
Hadir Lebih Dekat, Layani Masyarakat
KUNCIPAS BARU menjadi bagian dari upaya Puskesmas Cigeureung untuk membangun pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas tidak berjalan sendiri. Dukungan mulai dari MUSPIKA, kader Posyandu, organisasi masyarakat, unsur kelurahan, RT dan RW menjadi bagian penting dalam menemukan serta menyampaikan informasi mengenai masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) juga terus mendorong masyarakat agar lebih sadar terhadap kondisi kesehatan dirinya dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Pelayanan Menjangkau Rumah Pasien
Berbeda dengan pelayanan yang berlangsung di dalam gedung, KUNCIPAS BARU dilaksanakan secara langsung di rumah pasien.
Pelayanan yang diberikan menyesuaikan dengan kewenangan Puskesmas dan kebutuhan kesehatan pasien. Dengan demikian, masyarakat yang benar-benar mengalami kendala untuk datang ke Puskesmas tetap dapat memperoleh perhatian dan pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, pelayanan di dalam gedung Puskesmas Cigeureung tetap berjalan. Salah satu kegiatan yang saat ini mendapat perhatian adalah pemeriksaan dan diagnosis penyakit tuberkulosis (TB), sebagai bagian dari pelaksanaan program kesehatan nasional.
Sementara pelayanan di luar gedung juga diisi dengan kegiatan penyuluhan dan promosi kesehatan, seperti edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penyakit menular, serta penyakit tidak menular.
420 Kader Posyandu Dukung Penyebaran Informasi
Dalam memperluas jangkauan informasi kesehatan, Puskesmas Cigeureung juga melibatkan kader Posyandu sebagai salah satu mitra penting di masyarakat.
Saat ini, tercatat sekitar 420 kader Posyandu yang turut membantu menyampaikan berbagai informasi mengenai program dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Setiap program pelayanan yang berkaitan dengan kesehatan terus diinformasikan melalui kader. Koordinasi dengan kelurahan dan kader juga dilakukan ketika Puskesmas akan menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan di wilayah kerja.
Keterlibatan kader tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Program Puskesmas untuk Masyarakat
Unu menegaskan, selama pelayanan tersebut merupakan bagian dari program Puskesmas, masyarakat dapat memperoleh layanan secara gratis, sesuai dengan ketentuan program yang berlaku.
Untuk kebutuhan administrasi, masyarakat dapat menyiapkan identitas yang dipersyaratkan. Berdasarkan keterangan Puskesmas, KTP diperlukan bagi masyarakat warga wilayah kerja Puskesmas Cigeureung, sementara KIS dapat digunakan bagi masyarakat umum sesuai ketentuan pelayanan.
Puskesmas Cigeureung juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai program kesehatan yang telah disediakan. Bukan hanya menunggu ketika sakit, tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dan menjaga kesehatan sejak dini.
Wujud Komitmen Meningkatkan Derajat Kesehatan
Kehadiran KUNCIPAS BARU menunjukkan upaya Puskesmas Cigeureung dalam memberikan pelayanan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, unsur kelurahan, RT, RW, organisasi masyarakat, dan masyarakat itu sendiri, akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan diharapkan semakin mudah.
Kepala Puskesmas Cigeureung berharap masyarakat dapat memanfaatkan seluruh program dan layanan yang tersedia sehingga upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Penulis: Ajang Moh Miptahul Palah

