Tekan Risiko Anemia, Puskesmas Cilembang Andalkan Program JUPE untuk 411 Ibu Hamil

 


KOTA TASIKMALAYA analisarakyatnews.com — Upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak terus dilakukan Puskesmas Cilembang Kota Tasikmalaya. Salah satunya melalui program inovatif JUPE (Jum'at Pemberian Fe bagi Ibu Hamil) yang difokuskan pada pencegahan anemia pada ibu hamil.

‎Program tersebut menjadi salah satu langkah Puskesmas Cilembang dalam meningkatkan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah atau zat besi (Fe). Pencegahan anemia dinilai penting karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan.
‎
‎Kepala Puskesmas Cilembang, Wawan Setiawan, S.KM., mengatakan program JUPE merupakan bentuk inovasi pelayanan yang dilakukan Puskesmas untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan ibu hamil. Selasa 08 September 2026.
‎
‎“Program inovatif JUPE dibangun Puskesmas Cilembang untuk mencegah anemia pada ibu hamil dan diharapkan dapat membantu menekan angka kematian ibu,” kata Wawan.
‎
‎411 Ibu Hamil Masuk Pemantauan
‎
‎Saat ini, Puskesmas Cilembang mencatat sekitar 411 ibu hamil dalam wilayah kerjanya. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen masuk dalam kelompok ibu hamil dengan faktor risiko.
‎
‎Faktor risiko tersebut di antaranya anemia, kondisi kehamilan berisiko, memiliki riwayat hipertensi, hingga kehamilan pada usia di atas 35 tahun.
‎
‎Untuk memastikan kondisi ibu dan kehamilan terus terpantau, setiap ibu hamil mendapatkan pendampingan dari bidan kelurahan.
‎
‎Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui pelayanan di dalam gedung Puskesmas. Edukasi dan penyuluhan juga dilakukan di luar gedung dengan melibatkan bidan kelurahan, kader kesehatan, unsur Muspika serta masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Cilembang.
‎
‎Pelayanan Kesehatan Bisa Diakses Masyarakat
‎
‎Puskesmas Cilembang juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai pelayanan kesehatan yang tersedia. Selain pelayanan di dalam gedung, masyarakat dapat memperoleh layanan melalui kegiatan Posyandu dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di luar gedung.
‎
‎Masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dapat langsung datang ke Puskesmas dan mengikuti alur pelayanan sesuai kebutuhan.
‎
‎Menurut Wawan, keberadaan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau harus diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkannya secara optimal.
‎
‎“Pelayanan dilakukan baik di dalam gedung maupun di luar gedung. Untuk kegiatan di masyarakat, kami melibatkan bidan kelurahan, kader, Muspika dan masyarakat,” ujarnya.
‎
‎Gratis Sesuai Ketentuan
‎
‎Kabar baiknya, berbagai pelayanan yang masuk dalam program Puskesmas Cilembang diberikan secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut termasuk pemeriksaan USG bagi ibu hamil sesuai dengan ketentuan pelayanan yang ditetapkan.
‎
‎Untuk mendapatkan pelayanan, masyarakat Kota Tasikmalaya dapat membawa KTP. Bagi ibu hamil, buku KMS atau buku pemeriksaan kehamilan juga perlu dibawa untuk mendukung proses pemantauan. Sementara KIS dapat digunakan bagi masyarakat umum sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎Dorong Kesadaran Kesehatan Masyarakat
‎
‎Wawan berharap masyarakat tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan, tetapi juga aktif melakukan pemeriksaan dan mengikuti berbagai program promotif serta preventif yang tersedia.
‎
‎Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan di wilayah Puskesmas Cilembang sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan derajat kesehatan.
‎
‎“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang ada di wilayah Puskesmas Cilembang dan semakin sadar terhadap pentingnya peningkatan derajat kesehatan,” tuturnya.
‎
‎Menurutnya, keberhasilan program kesehatan membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Dengan kolaborasi antara Puskesmas, tenaga kesehatan, kader, pemerintah wilayah dan masyarakat, berbagai program prioritas kesehatan dapat dilaksanakan secara optimal.
‎
‎Penguatan program seperti JUPE diharapkan menjadi bagian dari langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung upaya menekan angka kematian ibu dan anak di Kota Tasikmalaya.
‎
‎
‎Penulis : Ajang Moh Miptahul Palah.


Lebih baru Lebih lama