KOTA TASIKMALAYA, AnalisaRakyatnews.com - Puskesmas Indihiang kini menjadi wajah baru transformasi kesehatan di Kota Tasikmalaya. Ditunjuk sebagai pilot project Integrasi Layanan Primer (ILP), Puskesmas yang dipimpin Plt Kepala Puskesmas Tedy Setyadi,S.KM.,M.Si, mengubah total cara melayani warga.
Berikut rangkuman lengkap wawancara eksklusif kami pada Sabtu 17 Oktober 2026.
1. Transformasi ILP: Dari Layanan Terpisah Menjadi Satu Pintu Siklus Hidup.
Plt Kapus Indihiang menjelaskan perbedaan paling mendasar.
"Kalau dulu ada UKM, UKP, Klaster 1, 2, 3 terpisah. Sekarang dengan ILP pelayanan secara menyeluruh siklus kehidupan dari bayi, balita, remaja, sampai lansia. Jadi pemeriksaannya kompleks tapi jadi satu tempat. Tidak per klaster lagi," jelasnya.
2. 18.751 Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Terbanyak ISPA dan Hipertensi.
Program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) kado ulang tahun Presiden disambut antusias.
"Untuk warga yang sudah memanfaatkan CKG di wilayah kerja PKM Indihiang itu sekitar 18.751 warga," ungkapnya.
"Yang paling banyak ditemukan hasil diagnosis ISPA dan Hipertensi. Apabila ditemukan, pihak PKM langsung mengarahkan untuk dirujuk dirawat di PKM agar dapat pengobatan lebih lanjut dan dimasukkan dalam Prolanis. Jadi setiap bulan kami jadwalkan untuk pasien tersebut rutin berobat," lanjutnya.
3. Lawan Stunting dengan PMT Lokal, Kejar TBC dengan Skrining Dahak Massal.
Untuk stunting, pihaknya melakukan intervensi cepat.
"Kita mengadakan PMT lokal pemberian makanan bagi bayi, balita yang kurang gizinya, selama tiga bulan terakhir. Apabila ditemukan bayi kekurangan gizi langsung kami tangani. Selain untuk bayi, ada juga PMT bagi ibu hamil," katanya.
Untuk TBC, Indihiang mengakui kasus masih tinggi dan memakai strategi jemput bola.
"TB ini seperti fenomena gunung es. Satu ditemukan, maka wilayah yang berdekatan diperiksa. Kami lakukan pemeriksaan dahak secara masif terutama di daerah yang lingkungannya sudah dinyatakan rawan TB. Dahak dikumpulkan di satu wilayah untuk diperiksa. Dan yang paling penting pemeriksaan kontak serumah," tegasnya.
4. Jawab Isu Antre Lama dan Obat Terbatas.
Soal antrean, Plt Kapus terbuka.
"Pendaftaran online itu kan harus pakai internet, kalau internetnya lelet atau gangguan otomatis akan lama mengantri. Kedua, kalau pasien harus ditambah pemeriksaan lab dengan beberapa item, itu juga memakan waktu lama. Kami berupaya menghitung idealnya berapa menit pendaftaran, berapa menit diperiksa, supaya antrean terukur," jelasnya.
Soal obat:
"Dulu obat disuplai cukup banyak oleh Dinkes, dan sekarang suplai dari Dinkes ke PKM berkurang sehingga ketersediaan obat menjadi minim. Namun kami berupaya supaya obat tetap ada, kami anggarkan dari dana JKN dengan melakukan belanja sendiri oleh PKM dengan mengikuti proses aturan yang berlaku," ujarnya.
5. Posyandu Era Baru: Bukan Cuma Ibu dan Bayi, Remaja-Lansia Bisa Cek Kesehatan Gratis.
Ini yang paling beda dari Posyandu dulu.
"Kalau dulu posyandu itu lima meja hanya untuk ibu hamil, bayi, balita, imunisasi. Sekarang posyandu benar-benar terpadu. Bukan hanya ibu hamil, bayi, balita saja yang bisa diperiksa, sekarang semua siklus kehidupan bisa mengakses layanan posyandu. Ada pelayanan pemeriksaan untuk remaja, lansia, ada edukasi kesehatan untuk remaja, lansia. Intinya lebih komplit. Semua siklus kehidupan bisa mengikuti layanan kesehatan di Posyandu seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG)," paparnya.
6. Kolaborasi Lintas Sektor: GEBRAKAN JENTIK dan Bebas Helikopter.
Untuk DBD dan ODF (Buang Air Besar Sembarangan), Indihiang tidak jalan sendiri.
"Kita selalu berkoordinasi dengan Linsek, Kecamatan, Kelurahan, Polsek, Koramil, dengan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Kader PKK, Karang Taruna. Misal dengan gebrakan JENTIK untuk pemberantasan DBD, kita bersama-sama melakukan pemeriksaan jentik. Contoh lain untuk ODF, kita sama-sama supaya di wilayah kerja PKM Indihiang itu supaya tidak ada helikopter-helikopter (BAB sembarangan). Kita berkoordinasi dengan Babinsa setiap kelurahan dan dengan kecamatan juga," jelasnya.
7. Inovasi Kebanggaan: SIGAP HIPERTENSI.
Dari semua program, Indihiang punya satu inovasi unggulan yang menjadi percontohan.
"Di PKM Indihiang itu mempunyai inovasi SIGAP HIPERTENSI - Sinergi Kader dan Keluarga dalam Pendampingan Pasien Hipertensi. Karena di PKM Indihiang ini angka penderita hipertensi itu cukup tinggi. Tujuannya meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dalam melakukan kontrol kesehatan sesuai jadwal, kemudian meningkatkan peran serta keluarga dengan para kader dalam mendampingi serta memantau pasien hipertensi," ungkapnya.
8. Pesan untuk Warga: Jangan Datang Kalau Sudah Parah Saja.
Di akhir wawancara, Plt Kapus menitipkan pesan.
"Harapan kami untuk semua warga wilayah kerja PKM Indihiang agar dapat menggunakan fasilitas layanan kesehatan yang sudah disediakan untuk memeriksakan dirinya. Bukan hanya pemeriksaan ketika mengalami sakit saja, boleh juga untuk konsultasi masalah-masalah kesehatan lainnya. Pergunakan fasilitas yang sudah ada di wilayah PKM Indihiang, supaya derajat kesehatan warga Indihiang meningkat," pungkasnya.
Penulis : Ajang Moh Miptahul Palah.
